Pendahuluan
Ketika belajar membuat website, biasanya kita akan bertemu dengan tiga komponen utama: HTML, CSS, dan JavaScript. HTML digunakan untuk membuat struktur halaman, CSS digunakan untuk mengatur tampilan, sedangkan JavaScript digunakan untuk membuat halaman menjadi lebih interaktif.
Namun, ketika website mulai membutuhkan fitur yang lebih dinamis seperti login, register, dashboard admin, menyimpan data ke database, menampilkan artikel blog, mengelola produk, atau membuat sistem transaksi, kita membutuhkan bahasa pemrograman di sisi server. Salah satu bahasa yang paling populer untuk kebutuhan tersebut adalah PHP.
PHP sudah lama digunakan dalam dunia web development dan sampai sekarang masih sangat relevan. Banyak website besar, CMS, dan framework populer dibangun menggunakan PHP, salah satunya adalah WordPress dan Laravel.
Apa Itu PHP?
PHP adalah bahasa pemrograman server-side yang digunakan untuk membangun website dan aplikasi web dinamis.
Server-side artinya kode PHP dijalankan di server, bukan langsung di browser pengguna. Browser hanya menerima hasil akhirnya dalam bentuk HTML, CSS, atau JavaScript.
Contoh sederhananya seperti ini:
<?php
echo "Halo, saya sedang belajar PHP!";
?>
Ketika file PHP tersebut dijalankan melalui server, browser akan menampilkan:
Halo, saya sedang belajar PHP!
Kode PHP-nya tidak terlihat oleh user. User hanya melihat hasil akhirnya.